KATARAKJAT.CO.ID, MAKASSAR – Kualitas ruas jalan di Sulsel belum merata. Perlu peningkatan jalan provinsi di kabupaten.
Misalnya ruas-ruas jalan provinsi yang ada di sekitar Ajatappareng, Enrekang. Masih banyak yang kondisinya belum memadai.
Hal ini bisa mengganggu konektivitas daerah dan mobilitas masyarakat, yang pada akhirnya dapat menghambat roda perekonomian.
Pemprov Sulsel bertanggung jawab atas peningkatan ruas jalan di sana. Pemprov telah menganggarkan Rp500 miliar untuk ruas jalan paket III.
Diketahui, Pemprov Sulsel menganggarkan Rp2,4 triliun untuk lima paket jalan dengan long segment dan skema pembiayaan multiyears 2025–2027. Dalam paket III, sebanyak 15 ruas jalan masuk penganggaran, yang membentang dari Pinrang hingga Enrekang dan Soppeng.
Di antaranya, ada ruas Paleteang–Malimpung–batas Enrekang di Pinrang sepanjang 19 km, batas Pinrang–Kabere di Enrekang 4,56 km, Pinrang–batas Rappang 11,10 km, batas Pinrang–Rappang Sidrap 8,40 km, dan Pangkajene Sidrap–Rappang 9,30 km.
Lalu, batas Soppeng-Pangkajene Sidrap sepanjang 22,75 km, Soppeng–batas Sidrap di Soppeng 34,94 km, Takkalasi–Bainange–batas Soppeng di Barru 18,70 km, batas Barru–Lompotiang–Lawo di Soppeng 18,22 km, dan Salokarajae–batas Sidrap di Enrekang 9,02 Km.
Selanjutnya ada ruas Enrekang–Anabannae–Dongi–Tanrutedong Sidrap 20,87 km, Mario–Binabaru–batas Pinrang di Sidrap 12,61 km, batas Sidrap–Malimpung di Pinrang 4,90 km, Kotu–Masale–Baroko–batas Tana Toraja 43,46 km, dan batas Enrekang (Kaduaja)–Mebali di Tana Toraja 10,02 km.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel Astina Abttas mengatakan saat ini paket III tengah berproses lelang LPSE Sulsel. Tahapannya sudah masa sanggah. Paket ini ditargetkan berkontrak mulai tahun ini.
“Jalan provinsi yang kondisinya rusak parah diprioritaskan di tahun pertama. Jalur-jalur utama yang ditangani yang kondisinya rusak berat,” ujar Astina.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman menjelaskan alasannya memilih pengerjaan ruas jalan berbasis long segment dan penganggaran multiyears adalah untuk menghindari overhead angggaran. Dengan membuat pengerjaan jalan dalam satu paket multiyears dapat mengurangi biaya seperti perencanaan (DED, red).
“Karena kita tidak perlu penganggaran terus, perencanaan-perencanaan. Langsung multiyears 3 tahun sehingga daerah LHR sudah digambarkan. Dan digambarkan juga daerah merupakan jalan swasembada pangan, angkutan sehingga transportasi barang dan jasa tidak besar sehingga berdampak ekonomis bagi pangan,” urai Sudirman.
Luwu Raya
Sementara itu, saat rapat Komisi D DPRD Sulsel bersama Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi serta Bappelitbangda Sulsel telah menyepakati merevisi paket proyek preservasi atau perbaikan jalan tahun 2025 hingga tahun 2027.
Dalam paket preservasi jalan tersebut, Komisi D DPRD Sulsel dengan dua OPD tersebut, menyetujui menambah jumlah paket dari 5 menjadi 6 paket proyek dengan totalnya Rp2,5 triliun untuk sejumlah ruas jalan.
Paket protek preservasi jalan direvisi setelah diprotes sejumlah legislator. Hal ini dibahas dalam rapat lanjutan Komisi D DPRD Sulsel bersama Dinas Bina Marga dan Bappelitbangda Sulsel di Kota Makassar, Senin,11 Agustus 2025.
“Revisi paket perbaikan jalan telah disetujui saat rapat Komisi D DPRD SulSel yang dipimpin langsung Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid, dan hasilnya disepakati ada penambahan paket, dari 5 paket menjadi 6 paket,” kata Yosia Rinto Kadang yang merupakan anggota Komisi D DPRD SulSel dari Fraksi Partai Nasdem, Selasa,12 agustus 2025.
Dalam revisi paket perbaikan jalan ini, Kabupaten Toraja Utara, Bantaeng, Maros dan Luwu Raya diusulkan mendapat jatah proyek yang sebelumnya tidak diakomodir.
Total nilai proyek perbaikan jalan dalam paket 6 itu mencapai Rp194 miliar. Skema perbaikan atau perawatan jalan dilakukan secara multi years dari APBD Sulsel hingga 2027.
“Paket terakhir ini ada tujuh kabupaten kota anggarannya Rp194 miliar. Itu sudah kita sepakati,” jelas Ketua DPD Partai Nasdem Toraja Utara ini.
Diketahui 5 paket proyek perbaikan dan perawatan atau preservasi jalan di Sulsel pada Dinas Bina Marga berisi total 63 ruas jalan.(*)