KATARAKJAT.COM, MAKASSAR – Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan merilis prediksi awal musim hujan periode 2025/2026. Berdasarkan hasil analisis, sejumlah wilayah di Sulsel diperkirakan akan memasuki musim hujan lebih cepat dari rata-rata klimatologis, sementara sebagian besar wilayah lainnya akan mengalaminya pada Oktober hingga November 2025.
Secara umum, awal musim hujan 2025/2026 di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan diprediksi berlangsung pada bulan Oktober dan November. Kondisi ini menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai mempersiapkan langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
“Diprediksi pada awal Oktober itu sebagian besar wilayah Makassar dan beberapa kabupaten sudah masuk musim penghujan. Musim penghujan ini diperkirakan berlangsung hingga bulan April, di mana masih ada 42 persen wilayah Sulsel yang tetap berada dalam periode hujan,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan, Amson Padolo, Ahad (28/9/2025).
Ia menambahkan, meskipun sebagian besar wilayah akan mengalami curah hujan dalam kategori normal, sejumlah daerah tertentu diprediksi akan mengalami curah hujan di atas rata-rata yang berpotensi meningkatkan risiko bencana.
“Diprediksi bahwa ada daerah tertentu yang di atas normal, itu ada beberapa kabupaten/kota, dan sebagian besar lainnya dalam kategori curah hujan normal,” jelasnya.
Amson menekankan pentingnya peran aktif seluruh pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat, dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.
Menurutnya, bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang kerap terjadi ketika musim hujan tiba, sehingga antisipasi sejak dini menjadi langkah yang tidak boleh diabaikan.
“Walaupun demikian, kita menuntut pemangku kepentingan, dalam hal ini seluruh pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat, untuk melakukan tindakan-tindakan antisipatif dan kesiapsiagaan,” ujarnya.
“Seperti yang kita ketahui, ketika musim penghujan tiba, beberapa kabupaten/kota mengalami bencana hidrometeorologi. Jadi, kita berharap kesiapsiagaan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kebijakan karena penanganan kebencanaan merupakan urusan bersama dan bersifat pentahelix. Dibutuhkan keterpaduan dari semua pihak,” tegasnya.(*)












