KATARAKJAT.COM, MAKALE — Angin puting beliung menerjang Tana Toraja tepatnya di Sangalla Utara, Ahad sore 2 November 2025, lalu.
Akibat tiupan angin dengan kecepatan ratusan kilometer tersebut sejumlah pohon dan bangunan warga porak-poranda. Bahkan menyapu sejumlah Alang (rumah adat Toraja) di beberapa Tongkonan.
Dari catatan BPBD setempat, setidaknya ada 14 Tongkonan atau Alang yang roboh akibat tiupan angin kencang ini.
Adapun rinciannya adalah, 4 Alang di Tongkonan Karatuan, 2 Alang di Tongkonan Lempangan, 5 Alang di Tongkonan Kalolok, dan 1 Alang di Tongkonan Ampaan. Selain itu, 4 rumahw arga juga rusak. Kerugian yang ditimbulkan mencapai ratusan juta rupiah.
Selain merobohkan Alang, angin juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti tiang listrik dan beberapa pohon tumbang.
Hal ini disampaikan oleh Kaban BPBD Tana Toraja, Christian Sakkung, saat ditemui ketika mengecek rumah dan lumbung di wilayah Kecamatan Sangalla Utara, Tana Toraja, Sulsel, Senin, 3 November.
“Untuk di Sanggala Utara ini ada 14 lumbung dan 4 rumah rusak akibat angin kencang dan hujan deras beberapa hari terakhir,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa hitungan tersebut, belum termasuk dengan di wilayah Tana Toraja lainnya yang terdampak. “Belum total keseluruhan itu,” jawabnya.
Ia mengimbau agar masyarakat Tana Toraja, khususnya yang berada di wilayah pegunungan dan di sekitar areal persawahan dan perkebunan untuk selalu waspada.
“Jadi seluruh petugas tetap bergerak di beberapa titik ini, intinya mari masyarakat juga bersama – sama kita jaga wilayah kita dan saling berkordinasi,” tuturnya.
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Terpantau di lokasi petugas dari Polsek Sangalla, BPBD Tana Toraja, hingga warga saling membantu memperbaiki atap warga. Mereka membantu memotong pohon, yang menimpa beberapa bangunan milik warga tersebut.(*)













