KATARAKJAT.COM, PALOPO – Sebuah insiden memilukan dan menghambat upaya penanganan bencana terjadi di lokasi longsor perbatasan Latuppa dan Bastem, Sulawesi Selatan.
Accu atau aki dari alat berat jenis ekskavator yang vital untuk membersihkan material longsor dilaporkan hilang dicuri oknum tak bertanggung jawab.
Kejadian ini sontak memicu kekecewaan dan kemarahan publik, mengingat alat berat tersebut sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan akses jalan.
Hilangnya accu ini pertama kali diketahui saat petugas atau operator hendak mengoperasikan alat berat tersebut di pagi hari. Kondisi mesin yang tidak dapat dinyalakan memicu kecurigaan, dan setelah diperiksa, accu yang seharusnya terpasang telah raib.
Alat berat ekskavator memiliki peran krusial dalam membersihkan timbunan tanah dan batu akibat longsor yang sering melanda wilayah perbatasan Latuppa dan Bastem.
Dengan terhambatnya operasional alat ini, proses pembukaan akses jalan dan upaya mitigasi bencana otomatis tertunda.
“Sungguh tidak punya hati nurani oknum yang melakukan ini. Alat berat itu kami kerahkan untuk membantu masyarakat, untuk membuka akses yang tertutup longsor. Sekarang jadi terhambat karena accu-nya hilang,” ujar Kabid BPBD Kota Palopo, Irsan yang melaporkan masalah ini ke Pemkot Palopo.
Pencurian ini bukan hanya merugikan secara materiil, tetapi juga secara tidak langsung membahayakan masyarakat yang masih terisolasi atau membutuhkan jalur evakuasi dan logistik.
Pihak terkait dikabarkan telah melaporkan kejadian ini kepada aparat kepolisian setempat untuk segera ditindaklanjuti.
Diharapkan, pelaku dapat segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Masyarakat dan pihak berwenang mendesak agar kejadian serupa tidak terulang, terutama di tengah situasi darurat bencana.
Pengamanan terhadap fasilitas dan alat-alat bantuan bencana diharapkan dapat ditingkatkan demi kelancaran upaya penanganan dan keselamatan warga.
Insiden ini menjadi pengingat pahit bahwa di tengah musibah, masih ada oknum yang tega mengambil keuntungan pribadi tanpa memikirkan dampaknya terhadap kepentingan umum dan upaya kemanusiaan.(*)













