KATARAKJAT.COM, MAKASSAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar merilis prakiraan cuaca wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin 24 November 2025. Hujan diperkirakan merata di Sulsel. Namun, tetap waspada terhadap perubahan cuaca.
Sejumlah daerah diprediksi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sepanjang hari.
Pada pagi hari, cuaca umumnya berawan. Namun hujan sedang berpotensi turun di Makassar, Maros, Gowa Pinrang, Enrekang, Luwu, Wajo, Pangkep, Bone, Sinjai, dan Bulukumba.
Memasuki siang hingga sore, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Sulsel.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi penurunan jarak pandang dan kondisi jalan licin.
Pada malam hari, cuaca diprakirakan tetap berawan. Hujan ringan berpotensi terjadi di Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Barru, Parepare, dan Pinrang.
Sementara pada dini hari, hujan ringan masih berpeluang mengguyur Takalar, Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Pinrang dan Luwu.
BMKG melaporkan rentang suhu udara berada pada 19–33 derajat Celsius, dengan kelembapan mencapai 73–100 persen. Angin bertiup dari arah barat–utara dengan kecepatan 10–40 km/jam.
Hingga laporan ini diterbitkan, BMKG menyatakan tidak ada peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan.
Gelombang Tinggi
BMKG juga merilis informasi terkini mengenai potensi Gelombang Tinggi.
Gelombang tinggi ini diperkirakan dan berpotensi akan terjadi di berbagai wilayah perairan Indonesia yang berlaku mulai tanggal 24 November 2025 pukul hingga 27 November 2025.
Dalam penjelasannya, BMKG menyebut hadirnya gelombang ini dipicu oleh pengaruh Siklon Tropis FINA (962 hPa) yang terpantau di perairan barat Darwin.
BMKG menjelaskan bahwa sistem tekanan rendah ini menyebabkan peningkatan kecepatan angin di beberapa wilayah laut Indonesia.
Kemudian untuk kecepatan angin diperkirakan berkisar antara 6–30 knot, dengan arah angin dominan dari barat laut hingga timur laut di wilayah Indonesia bagian utara, dan dari tenggara hingga barat daya di wilayah Indonesia bagian selatan.
Peringatan untuk kecepatan angin tertinggi diperkirakan bakal terjadi di Selat Malaka dan Laut Natuna Utara.
Berikut wilayah dengan peluang terjadi gelombang tinggi, untuk Gelombang Setinggi 1,25 – 2,5 meter (Kategori Sedang).
Samudra Hindia selatan: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Bengkulu, Lampung, Kep. Mentawai, Selat: Malaka bagian utara, Karimata bagian utara, Makassar bagian tengah dan utara.
Laut: Sulawesi bagian tengah dan timur, Maluku, Samudra Pasifik utara: Papua Barat, Papua, Laut Sulu, Laut Seram, dan sebagian Laut Banda, Gelombang Setinggi 2,5 – 4,0 Meter (Kategori Tinggi).
Laut Natuna Utara
Samudra Hindia barat: Aceh, Kepulauan Nias. BMKG juga mengeluarkan peringatan bagi aktivitas pelayaran, terutama kapal berukuran kecil, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan angin kencang.
Perahu Nelayan berisiko saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan gelombang 1,25 m, Kapal Tongkang berisiko pada kecepatan angin 16 knot dan gelombang 1,5 m, Kapal Ferry berisiko jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan gelombang mencapai 2,5 m.(*)












