*Juga Perilaku Menyimpang di Perguruan Tinggi
KATARAKJAT.COM,PALOPO–Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menggelar Talk Show “Penanganan Kekerasan Seksual dan Pencegahan Perilaku Menyimpang di Perguruan Tinggi” di Auditorium Phinisi UIN, Rabu 3 Desember 2025 kemarin.
Kegiatan ini dinilai menjadi bagian dari komitmen UIN Palopo dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, beretika. Bebas dari kekerasan seksual dan perilaku menyimpang lainnya.
Talk Show yang dipandu Koordinator PSGA, Dr Mirnawati SPd MPd menghadirkan empat narasumber yang kompeten di bidangnya. Seperti Winarni Najmuddin S.Sos dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Pemerintah Kota Palopo, yang memaparkan pentingnya sinergi kampus dan pemerintah daerah dalam menangani kasus kekerasan seksual.
Lalu ada narasumber lainnya, dr Nurhasanah SKed MKM selaku mentor HIV dan IMS Kota Palopo, yang memberikan perspektif kesehatan mengenai dampak perilaku menyimpang dan pentingnya edukasi berkelanjutan terutama bagi mahasiswa.
Kemudian Bripka Ari Putra SH, penyidik PPA (Perempuan dan Perlindungan Anak) Polres Palopo, yang menjelaskan jalur hukum serta mekanisme pelaporan kasus kekerasan seksual.
Dan akademisi sekaligus praktisi hukum UIN Palopo, Firmansyah SPd SH MH, yang menyoroti peran regulasi dan tata kelola kampus dalam pencegahan kekerasan seksual.
Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr Munir Yusuf SAg MPd, dan Warek Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr Takdir SH MH MKM. Serta Ketua LP2M UIN Palopo Dr H Rukman AR Said Lc MThI, termasuk para dosen, Tenaga Kependidikan (Tendik), pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), hingga ratusan mahasiswa.
Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Warek Munir menyampaikan apresiasi atas inisiatif PSGA dalam mengangkat isu penting ini. Ia menekankan bahwa kampus harus menjadi ruang aman dan mendukung bagi seluruh sivitas akademika, serta pentingnya pemahaman bersama untuk mencegah kasus kekerasan seksual sejak dini.
Para peserta memberikan respons positif terhadap materi yang disampaikan. Terutama karena talk show ini menghadirkan perspektif multidisipliner kesehatan, hukum, kebijakan publik, hingga pendidikan.
PSGA UIN Palopo sendiri melalui koordinatornya, berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat budaya kampus yang responsif, aman, dan inklusif bagi seluruh civitas akademika. Sekaligus mengajak masyarakat umum untuk bangun kesadaran sekaligus dapat lebih bersinergi dalam mencegah praktik kekerasan seksual yang dapat terjadi kapan saja.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, menandai besarnya antusiasme peserta terhadap isu perlindungan dan keselamatan di lingkungan pendidikan tinggi.(*)













