KATARAKJAT.COM, PALOPO — Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko didampingi Ketua Persit KCK Renny Bangun Nawoko dan sejumlah rombongan Kodam Hasanuddin melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di Makodim 1403/Palopo, Senin 12 Januari 2026.
Kedatangan Pangdam disambut oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 1403/Palopo Letkol Inf. Windra Sukma Prihantoro, Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, serta Forkopimda Kota Palopo.
Dalam agenda silaturahmi dengan seluruh jajaran forkompinda di wilayah teritorial Kodim 1403/Palopo, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menjelaskan kunjungan kerja rutin dilaksanakan untuk bisa menjalin hubungan batin yang kuat antara pemimpin dan yang dipimpin. Selain itu, juga memastikan program kerja dan anggaran tahun 2026 bisa terencana dan terlaksana dengan baik.
“Ada beberapa program unggulan diantaranya melaksanakan pembangunan KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih), untuk di Kota Palopo terdapat 48 KDKMP untuk setiap kelurahan dimana 2 kelurahan diantaranya sementara dalam pembangunan. Selanjutnya melihat bagaimana sinergitas antara Dandim 1403/Palopo dengan Forkopimda di wilayah.
Ada juga program membantu kesulitan masyarakat di daerah khususnya bagi anak sekolah yang menyeberang sungai untuk ke sekolah, nantinya akan dibuat jembatan perintis, entah itu jembatan gantung atau jembatan permanen dilihat dari kondisi lokasinya,” jelas Pangdam.
Di Sela-sela kunjungan, Pangdam XIV/Hasanuddin juga melakukan penanaman pohon di Makodin 1403/Palopo didampingi Frokopimda Kota Palopo, adapun Pengarahan disampaikan secara internal. Rencananya kunjungan kerja di Luwu Raya akan berlangsung selama tiga hari. Dimulai dari Senin 12 Januari hingga Rabu 14 Januari 2026.
Sulsel
Di Sulsel, program Koperasi Merah Putih terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga November 2025, lalu, Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel mencatat sudah terbentuk 3.059 koperasi di seluruh kabupaten dan kota, terdiri atas 2.266 koperasi desa dan 793 koperasi kelurahan.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dengan menyediakan layanan terpadu seperti sembako murah, akses kesehatan, dan dukungan logistik untuk produk lokal.
“Saat ini Sulawesi Selatan secara kelembagaan sudah terbentuk sebanyak 3.059 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Rinciannya, Koperasi Desa sebanyak 2.266 dan Koperasi Kelurahan sebanyak 793,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Indriastuti Saggaf.
Meski ribuan koperasi telah terbentuk, pemerintah provinsi masih terus mendorong tahap operasionalisasi dan pendataan koperasi aktif di seluruh wilayah.
“Pemerintah di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota terus mendorong operasionalisasi koperasi. Sampai sejauh ini, kami masih melakukan pendataan,” jelasnya.
Dalam mendukung percepatan operasional koperasi, Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel juga melibatkan Business Assistant (BA) atau pendamping Koperasi Merah Putih, serta Project Management Office (PMO) yang bertugas melakukan pengawasan terhadap proses pendampingan.
“Business Assistant ini membantu mendorong dan mengawal koperasi agar bisa tumbuh dan berkembang. Sementara PMO memantau pelaksanaan pendampingan yang dilakukan BA,” tambahnya.
Terkait jumlah koperasi yang sudah benar-benar beroperasi, pihaknya menyebut angka sementara berada di sekitar 200 koperasi, meningkat dari sebelumnya yang hanya 38 koperasi pada bulan lalu.
“Kalau saat ini sudah ada di angka 200, tapi datanya masih terus bergerak naik karena kami masih menunggu laporan dari BA di beberapa kabupaten/kota. Data ini satu pintu, kami akumulasikan dari hasil pendampingan di lapangan,” jelasnya.(*)













