*Pada pembukaan Perkuliahan Semester Genap, Satu-satunya PTN di Luwu Raya
KATARAKJAT.COM,PALOPO–Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama RI, Prof Dr Phil Sahiron MA memberikan kuliah umum di UIN Palopo pada pembukaan perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Phinisi, Senin 2 Februari 2026 lalu.
Ia menegaskan pentingnya penguasaan kemampuan analisis mahasiswa yang berjenjang sesuai dengan strata pendidikan tinggi. Setiap jenjang pendidikan tinggi memiliki karakteristik capaian analisis yang berbeda.
Dimana ada level Sarjana (S1), mahasiswa dituntut menguasai analisis deskriptif, yakni kemampuan mendeskripsikan persoalan secara akurat dan berbasis data, serta meninggalkan pendekatan yang bertumpu pada asumsi yang tidak terverifikasi.
“Mahasiswa S1 harus mampu menyampaikan sesuatu secara deskriptif dan akurat berbasis data. Tidak lagi menggunakan asumsi yang tidak pasti. Di sinilah proses transfer pengetahuan berlangsung,” ujarnya.
Pada jenjang Magister (S2), mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan analisis eksplanatoris, yaitu kecakapan menafsirkan dan menjelaskan relasi antara teori dan realitas kehidupan kontemporer.
Adapun pada jenjang Doktor (S3), mahasiswa dituntut mencapai level analisis kritis, yakni kemampuan melahirkan gagasan dan teori baru sebagai kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemaslahatan masyarakat luas.
“Pengembangan ilmu pengetahuan paling tinggi kita harapkan lahir dari jenjang S3, berupa teori-teori baru yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain menyoroti aspek akademik, Prof Sahiron juga mengingatkan pentingnya pembangunan karakter dalam proses pendidikan. Ia mengaitkannya dengan kebijakan Menteri Agama RI tentang Kurikulum Cinta, yang menekankan nilai cinta kepada Allah swt dan cinta kepada sesama manusia sebagai fondasi pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Direktorat PTKI juga turut menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja UIN Palopo dalam dua tahun terakhir. Peningkatan tata kelola, penguatan mutu akademik, serta kontribusi sosial kampus dinilai menunjukkan tren positif.
Atas dasar itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI berkomitmen memberikan tambahan dukungan BOPTN (Bantuan Operasional) berbasis kinerja sebagai bagian dari penguatan kelembagaan menuju UIN Palopo yang semakin unggul dan kompetitif.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UIN Palopo, Dr Abbas Langaji MAg, memaparkan sejumlah capaian strategis universitas dalam beberapa tahun terakhir, termasuk perolehan sertifikat internasional, dua sertifikat ISO sekaligus. Yakni ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu dan ISO 21001:2018 yang mengatur Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan.
Rektor juga menegaskan komitmen sosial sivitas akademika UIN Palopo melalui program zakat profesi dosen, yang dalam dua tahun terakhir terkumpul lebih dari Rp40 juta setiap bulan. Dana tersebut dimanfaatkan untuk membantu sekitar 120–130 mahasiswa dalam penyelesaian Uang Kuliah Tunggal (UKT), khususnya bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial.
Lebih lanjut, Rektor Abbas menekankan identitas UIN Palopo sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang menempatkan kemampuan membaca Alquran sebagai bagian penting dari pembentukan karakter akademik. Kemampuan tersebut tidak hanya diwajibkan bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi salah satu syarat kenaikan pangkat bagi dosen dan tenaga kependidikan.
“Mahasiswa yang akan mengikuti KKN wajib mampu membaca Alquran dengan baik, demikian pula dosen dan tenaga kependidikan sebagai teladan,” jelasnya.
Kegiatan pembukaan perkuliahan ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, para guru besar, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa UIN Palopo. Dengan kegiatan tersebut, seluruh rangkaian proses perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 resmi dimulai.(*)












