Berprestasi! Pemuda Balikpapan Harumkan Nama Indonesia di Istanbul Turki

  • Bagikan

KATARAKJAT.COM,TURKI–Pemuda Balikpapan, M Alhafiz Arya Wardhana berhasil mengharumkan nama bangsa setelah meraih penghargaan dalam ajang International Project Innovation Competition melalui kolaborasi bersama tim internasional PROBAPLAS Team di Instanbul Turki, Jumat 13 Februari 2026 kemarin.

Dalam kompetisi tersebut, Arya tergabung dalam PROBAPLAS Team yang beranggotakan Nematov Khikmatillo (Uzbekistan) sebagai leader, Malikha Haula Karimah (Indonesia) sebagai member, serta M. Alhafiz Arya Wardhana (Indonesia) sebagai member, dengan bimbingan mentor internasional Erick Xavier Maldonado (Amerika Serikat). Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara dengan fokus pada solusi inovatif terhadap isu-isu global.

Menariknya, proyek PROBAPLAS bukan sekadar konsep lomba, melainkan telah dijalankan selama beberapa bulan sebelum kompetisi sebagai proyek sosial berbasis komunitas. Selama periode tersebut, tim telah melakukan riset material, uji laboratorium, pengumpulan limbah plastik, serta uji coba produksi prostetik bersama mitra lokal.

Melalui tim PROBAPLAS, Arya mempresentasikan proyek berjudul “Integrated Sustainable Systems to Address the Prosthetic Accessibility Crisis and Plastic Waste”. Sebuah inovasi yang mengolah tutup botol plastik (HDPE) menjadi komponen kaki prostetik yang terjangkau melalui pendekatan ekonomi sirkular berbasis digital.

Tidak hanya berfokus pada inovasi teknologi, PROBAPLAS juga membangun Digital Waste Bank berbasis website. Memungkinkan masyarakat menukarkan sampah plastik menjadi poin yang dapat diuangkan atau didonasikan untuk mendukung produksi prostetik gratis bagi penyandang disabilitas.

Prestasi ini semakin memperkuat rekam jejak internasional Arya Wardhana yang sebelumnya dikenal sebagai founder startup edukasi. Ia pernah berkontribusi sebagai IT Project Planner di PT PLN, serta memiliki pengalaman mengikuti kompetisi internasional di Malaysia.

“Saya ingin membuktikan bahwa inovasi dari daerah juga bisa berdampak secara global, terutama jika menyentuh isu nyata seperti disabilitas dan krisis lingkungan,” ujar mahasiswa Universitas Brawijaya ini.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas negara, teknologi, dan kepedulian sosial mampu melahirkan solusi nyata yang berkelanjutan, sekaligus menegaskan peran generasi muda Indonesia dalam menghadirkan inovasi berdampak di tingkat dunia.(man)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *