*Pengabdian Masyarakat di Bulan Suci Ramadan
KATARAKJAT.COM,PALOPO–Koordinator Staf Khusus Menteri Agama RI, H Farid F Saenong MA PhD, memberi pembekalan materi persiapan ceramah Ramadan kepada mahasantri Ma’had Al-Jami’ah di Masjid Alauddin UIN Palopo, Selasa malam 17 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas dakwah mahasantri yang akan terjun ke tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan. Dalam tausiyahnya, Farid F Saenong mengajak para mahasantri menyambut Ramadan dengan kesiapan spiritual dan intelektual serta menjadikan momentum tersebut sebagai ruang aktualisasi peran keilmuan dan pengabdian.
Ia menekankan pentingnya pendekatan tematik dalam penyusunan materi ceramah. Beberapa pokok bahasan yang dapat dikembangkan antara lain makna kewajiban puasa, distingsi konseptual antara ṣiyām dan ṣaum sebagai level ibadah, kesinambungan syariat puasa dengan umat terdahulu, serta orientasi utama puasa dalam membentuk pribadi bertakwa sebagaimana ditegaskan dalam Alquran.

Selain itu, ia juga menguraikan tema-tema aktual yang relevan dengan kebutuhan umat, seperti tadabbur Alquran, kisah sahabat Nabi sebagai teladan moral, rukyatul hilal dalam perspektif fikih, ketentuan puasa bagi orang sakit dan musafir, serta urgensi pemaknaan Lailatul Qadr secara komprehensif.
Menurutnya, pembahasan Lailatul Qadr sebaiknya disampaikan sejak awal Ramadan agar jamaah memiliki kesadaran dan kesiapan lebih luas dalam meraih keutamaannya, bukan hanya terfokus pada sepuluh malam terakhir.
Rektor UIN Palopo, Dr Abbas Langaji MAg, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Koordinator Staf Khusus Menteri Agama RI yang dinilai memberikan penguatan substansial bagi mahasantri.
Ia menegaskan bahwa program pembinaan Ma’had Al-Jami’ah yang berlangsung kurang lebih tiga bulan dirancang untuk memperkuat karakter Islami, meningkatkan kompetensi baca tulis Alquran, serta membentuk kedisiplinan dan akhlakul karimah sebagai fondasi dakwah dan kepemimpinan mahasiswa di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, UIN Palopo menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang integratif antara penguatan akademik dan pembentukan karakter.(*)












