KATARAKJAT.COM,PALOPO–Memperingati Hari Stroke Sedunia, RSUD Sawerigading Palopo baru saja menggelar Podcast RSUD Sawerigading (PUDING), Selasa 4 November 2025 kemarin.
Diskusi Podcast yang sudah memasuki episode ke-15 ini disiarkan secara live melalui akun TikTok, Instagram, dan Facebook RSUD Sawerigadi. Menghadirkan edukasi kesehatan lewat program andalannya, dengan mengusung tema ”Bersama Kita Bisa Mengakhiri Stroke”.
Pada episode kali ini, hadir sebagai narasumber, yakni dr. Mardiana, Sp.N., FINA, dokter spesialis saraf RSUD Sawerigading Palopo, dengan dr. Tony Andesron Tjoa sebagai moderator sekaligus host.
Dalam sesi tersebut, dr. Mardiana mengupas tuntas tentang penyakit stroke. Mulai dari gejala awal, faktor risiko, pencegahan, hingga penanganan terkini. “Stroke tidak selalu datang tiba-tiba tanpa tanda. Kadang gejala awalnya hanya berupa kesemutan atau keram di satu sisi tubuh, yang sering diabaikan. Padahal itu bisa jadi tanda awal stroke,” ujardr. Mardiana.
Ia menjelaskan, faktor risiko stroke terbagi dua, yakni yang tidak dapat dikontrol seperti usia, ras, dan jenis kelamin serta yang bisa dikontrol, diantaranya pola
hidup dan penyakit metabolik.
“Laki-laki memiliki risiko lebih tinggi dibanding perempuan, dan usia di atas 50 tahun juga rentan. Tapi sekarang, banyak usia muda yang terkena stroke karena
gaya hidup tidak sehat,”tambahnya.
Menurutnya, gaya hidup menjadi kunci pencegahan utama. “Olahraga 30 menit, lima kali seminggu, bisa menurunkan risiko stroke hingga 25 persen. Selain itu, perhatikan pola makan kurangi karbohidrat dan garam, perbanyak buah serta sayur, dan tentu saja stop merokok,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Mardiana juga menyinggung tentang penanganan cepat stroke dengan prinsip golden periode yakni waktu penanganan maksimal 3 hingga 4,5 jam setelah serangan terjadi.
“Kalau lewat dari itu, risiko komplikasi akan jauh lebih besar dibanding manfaat terapinya,” jelasnya.
Ia turut memperkenalkan metode Digital Subtraction Angiography (DSA), yaitu prosedur katerisasi otak yang berfungsi melihat pembuluh darah secara detail.
“Melalui DSA, kita bisa mengetahui struktur pembuluh darah otak dan mendeteksi kelainan seperti aneurisma yang bisa menyebabkan perdarahan pada usia
muda,” urainya.
Podcast PUDING menjadi salah satu wadah edukasi kesehatan publik yang terus dikembangkan RSUD Sawerigading Palopo. Melalui format santai dan interaktif, masyarakat dapat bertanya langsung kepada dokter lewat kolom komentar media sosial.
“Edukasi seperti ini penting agar masyarakat lebih sadar mengenali tanda-tanda dini stroke dan segera mencari pertolongan medis,” tutup dr. Mardiana.(*)













