Kesal Korban Kerap Aniaya Istri, Ayah dan Anak Bunuh Ipar di Maros

  • Bagikan

KATARAKJAT.CO.ID, MAROS — Seorang pria di Kabupaten Maros, dibunuh adik ipar dan keponakannya. Pembunuhan itu dipicu kekesalan pelaku terhadap korban yang kerap menganiaya istrinya.

Korban bernama Masdar (41). Ia tewas tragis dengan sejumlah luka bacok dan tusukan.
Sementara kedua pelaku bernama Sembang (45) dan anaknya, Saiful (21), telah berhasil diamankan polisi. Keduanya ditangkap beberapa jam setelah peristiwa pembunuhan itu.

Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Ridwan mengatakan peristiwa nahas itu terjadi di sekitar rumah korban di wilayah Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Jumat (22/8) malam. Sebelum terjadi penikaman, korban diketahui sudah sering terlibat cekcok dengan istrinya.

“Korban dan istrinya sebelumnya memang sudah sering cekcok. Sekitar dua bulan lalu ada laporan KDRT di Polsek Moncongloe, tapi diselesaikan lewat restorative justice dan mereka sepakat akur kembali,” ujar Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Ridwan dalam keterangannya, Sabtu (23/8/2025).

Belakangan, korban dan istrinya kembali terlibat cekcok. Saat itulah kedua pelaku melakukan aksinya hingga warga melaporkan kejadian itu ke polisi.

“Jadi ada penyampaian masyarakat, ada riak dan terjadi keributan. Dengan laporan tersebut, dari Polsek Moncongloe ke lokasi dan ditemukan mayat,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan awal, Ridwan menjelaskan korban mengalami luka parah. Korban ditikam dan ditebas di tubuh dan kepala.

“Luka untuk sementara ada luka tusukan di bagian punggung tembus ke depan dan ada luka bacok parang di kepala,” jelas Ridwan.

Aparat dari Polres Maros bersama Resmob Polda Sulsel kemudian melakukan olah TKP dan menangkap Saiful di sekitar lokasi pembunuhan pada Sabtu (23/8) dini hari. Belakangan polisi mengamankan Sembang yang menyerahkan diri setelah sebelumnya sempat kabur.

“Tim gabungan menyisir rumah terduga pelaku, tapi tidak menemukannya. Sekitar pukul 12.00 Wita, pelaku menyerahkan diri ke Polsek Moncongloe setelah keluarganya dilakukan upaya persuasif,” ujar Ridwan.

Ridwan menjelaskan, Sembang merupakan saudara kandung dari istri korban. Ia dan anaknya mengakui telah melakukan pembunuhan itu karena kesal melihat korban cekcok dengan istrinya.

“Mereka kesal akan perlakuan korban terhadap istri korban yang merupakan keluarganya,” jelasnya.

Dalam penganiayaan itu, Sembang diketahui melakukan penebasan ke arah kepala korban, sementara anaknya Saiful berperan menikam korban. Polisi pun menyita barang bukti senjata tajam berupa badik dan parang.

“Sembang yang melakukan penebasan ke arah kepala korban sebanyak satu kali dan anaknya Saiful yang melakukan penikaman,” tutur Ridwan.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *