*Warga Diimbau Waspada Potensi Banjir
KATARAKJAT.COM,MAKASSAR–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai Kamis, 4 Desember hingga Sabtu, 6 Desember 2025.
Berdasarkan rilis resmi yang dipublikasikan melalui akun Instagram @bmkg.sulsel, sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat.
Dalam peringatan tersebut, BMKG menetapkan level Waspada (hujan sedang hingga lebat) untuk beberapa wilayah.
Meliputi Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja, Toraja Utara, Palopo, Enrekang, Pinrang, Sinjai, Bulukumba, dan Bantaeng.
Sementara untuk kategori Siaga dan Awas, BMKG melaporkan kondisi nihil hingga saat ini.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang berpotensi terjadi di Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan.
Kecepatan angin diperkirakan mencapai 10 hingga 40 km/jam. Kategori normal.
“Kondisi cuaca untuk sepekan umumnya masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang,” jelas Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Rekun Matandung, Kamis 4 Desember 2025 kemarin.
“Namun, kami menghimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap hujan yang biasanya disertai angin kencang yang masih dapat terjadi di musim hujan ini,” tambahnya.
Peringatan dini ini menunjukkan potensi akumulasi hujan harian paling tinggi dalam satu wilayah kabupaten/kota.
Masyarakat diimbau tetap berhati-hati terhadap kemungkinan banjir, longsor, pohon tumbang, dan gelombang tinggi di wilayah pesisir.
Bencana Sumatera
Terpisah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia dalam bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi Sumatra, Aceh, Sumatra Utara (Sumut) serta Sumatra Barat (Sumbar) bertambah menjadi 836 orang hingga Kamis sore, kemarin.
“Saya laporkan bahwa hingga sore ini untuk jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 836 jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers.
Secara rinci, di Aceh dilaporkan ada 325 korban meninggal dunia, di Sumut tercatat 311 korban meninggal dunia dan di Sumbar ada 200 korban meninggal dunia.
Sementara itu, untuk korban hilang di Aceh tercatat ada 170 orang, di Sumut ada 127 jiwa dan di Sumbar sebanyak 221 jiwa.
“Sehingga total korban hilang di tiga provinsi yang masih dilakukan upaya pencarian sebanyak 518 jiwa,” ucap Abdul.
Walaupun sudah banyak desakan dari berbagai pihak, pemerintah pusat hingga saat ini masih belum menetapkan bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dengan status tanggap darurat bencana nasional.
Kemarin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno mengatakan meski belum ditetapkan sebagai bencana nasional, penanganan bencana sudah dilakukan secara nasional.
Pratikno menjelaskan seluruh kementerian/lembaga telah diperintahkan Presiden Prabowo untuk mengerahkan sumber daya maksimal.(*)












