*Metode Qira’at Dinilai Efektif dan Inspiratif
KATARAKJAT.COM,PALOPO–Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (Pusat Abdimas) LP2M IAIN Palopo sukses menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pendidik TPA, Kamis 17 April 2025 kemarin.
Kegiatan ini secara khusus menghadirkan pelatihan berbasis metode Qira’at. Ini dinilai peserta sebagai pendekatan yang efektif, menyenangkan, dan mudah dipahami dalam pengajaran Al-Qur’an.
Pelatihan tersebut diikuti oleh alumni IAIN Palopo yang berasal dari lima desa binaan: Desa Lauwo, Desa Ledan, Desa Rinding Allo, Desa Poreang, dan Kelurahan Mancani. Kegiatan ini dalam rangka Program Pembinaan Desa Binaan Tahun 2025.
Para peserta dipersiapkan untuk menjadi pendidik TPA yang nantinya akan mengabdi langsung di tengah masyarakat. Memperkuat sistem pendidikan Al-Qur’an yang berbasis komunitas.
Berdasarkan hasil evaluasi akhir yang dikumpulkan melalui Google Form, peserta memberikan penilaian sangat baik terhadap seluruh aspek pelatihan.
Mayoritas menilai materi yang disampaikan sangat relevan dan bermanfaat, penyampaian narasumber mudah dipahami, dan metode Qira’at membantu mempercepat kemampuan baca-tulis Al-Qur’an santri.
Narasumber Utama Pelatihan sekaligus Pencipta metode Qira’at, Andi Suriadi, S.Pd.I, MQ memberikan pelatihan intensif tentang teknik membaca cepat, penggunaan kartu kontrol, penguatan makharijul huruf, serta strategi pengajaran kelas tadarrus yang efektif.
Peserta mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dan siap mengajar di desa masing-masing.
“Saya merasa lebih siap dan percaya diri setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Qira’at sangat membantu kami dalam menyusun strategi pembelajaran,” ungkap salah satu peserta.
Koordinator Pusat Abdimas IAIN Palopo, Dr Adzan Noor Bakri, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mengintegrasikan pengabdian kepada masyarakat dengan pemberdayaan alumni.
“Kami ingin membangun desa dari dalam. Alumni bukan hanya lulusan, tetapi agen perubahan,” tegasnya.
Dengan pelaksanaan yang dinilai sukses dan hasil evaluasi yang sangat positif, program ini menjadi model pengabdian berbasis pendidikan yang memberdayakan.
Pusat Abdimas IAIN Palopo berkomitmen untuk terus melanjutkan program serupa sebagai kontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat melalui jalur pendidikan keislaman yang bermakna.(*)