Rp1 Juta, Bantuan Untuk Anak Stunting di Sulsel

  • Bagikan

Kadis Kesehatan Sulsel, H Dr. dr. M. ISHAQ ISKANDAR, M.Kes, MM, MH

KATARAKJAT.COM, MAKASSAR–Intervensi baru pengentasan stunting di Sulsel. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah 5 tahun. Sebabnya kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengumumkan adanya 15.120 anak stunting mendapat bantuan insentif.

“Kita juga sudah melaunching program untuk stunting. Ada 15.120 anak stunting yang kita berikan insentif Rp1 juta per anak,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.

Anak stunting umumnya memiliki tinggi badan lebih pendek dari anak seusianya. Kemudian berat badan tidak naik secara konsisten menyebabkan keterlambatan perkembangan.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ishaq Iskandar menjelaskan bantuan ini diberikan dalam bentuk uang tunai melalui transfer rekening bank.

Saat ini, Ishaq sudah mengantongi data anak-anak teridentifikasi stunting. Pendataan dilakukan tenaga pendamping gizi di setiap desa se-Sulsel.

Mereka turun mendata ke tiap-tiap rumah di desa, mencatat tumbuh kembang balita. Ishaq menyebut mekanisme transfer diberikan dua tahap.

“Mulai ditabungan dikasih Rp300 ribu dulu, setelah selesai programnya dikasih Rp 700 ribu lagi,” jelas Ishaq Iskandar.

Di awal orangtua mendapat suntikan pemberian makanan tambahan. Para orangtua akan diawasi langsung tenaga pendamping gizi di desa.

Sehingga pemberian makanan tambahan ini sesuai kebutuhan gizi anak. Setelah menjalani serangkaian program pemberian tambahan gizi, akan ada tahap evaluasi.

“Di cek berat badan, tinggi badan, kasih edukasi gizi, periksa Kesehatan. Jadi harus ikut program intervensi untuk keluar dari angka stunting,” lanjutnya.

Selanjutnya, para orangtua akan mendapat tambahan sebesar Rp 700 ribu. Total genap menjadi Rp 1 juta kepada setiap anak.

Seluruhnya harus digunakan orangtua menjalankan program makanan tambahan bergizi.
“Kita (sementara) minta rekeningnya dulu baru di transfer ke orangtua,” tegas Mantan Kadis Kesehatan Palopo ini.

Ishaq menyebut Gubernur Sulsel Andi Sudirman ingin masyarakat berpartisipasi aktif.
Bukan hanya menerima langsung edukasi, kini menjalankan secara nyata di rumah masing-masing.

Hanya saja pemerintah tetap memberikan intervensi modal menyediakan makanan tambahan tersebut.
“Kalau anak sehat, tidak kurang gizi, tidak stunting kan untuk masa depan anaknya dan keluarga,” ucap Ishaq.
Prevelensi stunting Sulsel tahun 2024 lalu sebesar 23,3 persen. Angka ini sebenarnya turun jauh dibanding 2023, diangka 27,5 persen.

Dengan bantuan ini, Ishaq mengaku targetnya bisa dibawah angka rata-rata nasional.
“Kita harapkan dibawah nasional 19,8 persen. Mudah-mudahan bisa sampai 14 persen sampai dibawahnya lagi,” jelas Ishaq.

Program ini akan segera dijalankan bila rekening masing-masing orangtua anak stunting telah dikumpulkan. Anggaran awal Rp300 ribu per anak akan ditransfer dahulu ke orang tua.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *