*Sebelum Jumatan, Perpres Alih Status UIN Sudah Ditandatangani Presiden
KATARAKJAT.COM,PALOPO–Setelah mengukuhkan 300 sarjana dan magister di pagi hari, IAIN Palopo yang baru saja beralih status menjadi UIN kembali mengukuhkan 304 wisudawan di siang hari pukul 13.30 Wita di Auditorium Phinisi, Sabtu 10 Mei 2025.
Pada pengukuhan wisuda sarjana dan magister Periode I sesi II tahun 2025. Wisudawan terbaik disampaikan Kabag Umum dan Layanan Akademik IAIN, Saeful, S.Ag, M.Pd.I.
Adapun wisudawan terbaik institut program sarjana diraih Fadillah Rustam, S.Pd dengan IPK 3,86 asal Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika. Kemudian Program Pascasarjana diraih Wahyusi, S.Pd, M.Pd dengan IPK 4.00 asal Prodi Tadris Bahasa Inggris.
Rektor IAIN Palopo, Dr Abbas Langaji dalam pesan Al jamiah menyampaikan, bahwa baru saja, pada acara wisuda sesi I diisi langsung oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag RI, Prof Dr Phil, Sahiron, MA.
“Direktur Diktis mengumumkan langsung Peraturan Presiden (Perpres) perubahan bentuk IAIN menjadi UIN itu sudah ditandatangani Presiden,” sebut Abbas yang disambut meriah para wisudawan.
Dokumen tersebut kata dia, saat ini masih dalam pengundangan. Segera setelah itu seluruh instrumen kelembagaan berbunyi Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo.
Sementara itu wisuda sarjana Periode I sesi I yang dihadiri Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag RI, Prof Dr Phil, Sahiron, MA menyampaikan selamat kepada IAIN Palopo sudah beralih status menjadi UIN Palopo.
“Alhamdulillah ini, kami mengucapkan selamat dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, selamat kepada rektor, wakil-wakil rektor, Kabiro, direktur, dekan-dekan, tendik, dosen dan mahasiswa, hari ini IAIN menjadi Universitas Islam Negeri,” sebut Prof Sahiron mengawali sambutan secara daring yang disambut aplaus civitas akademika IAIN.
Dikatakannya, mungkin saya dan Pak Rektor yang pertama kali mengetahui disini, dan pertama kali menyampaikan ucapan selamat ini. Selamat kepada UIN Palopo, semua stakeholder, semua harus bekerja keras untuk memajukan institusi.
Kalau ada dosennya masih S2 segera dibantu untuk lanjut S3, seperti beasiswa. Kalau ada yang mau lanjut secara mandiri, diberikan saja izinnya, ini juga kemajuan untuk kampus.
Perpres Ditandatangani Sebelum Shalat Jumat
Sementara itu, Rektor IAIN Palopo, Dr Abbas Langaji, M.Ag saat menyampaikan pesan Al Jamiah pada acara wisuda sesi I
tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya atas alih status IAIN Palopo menjadi UIN.
Sembari tersenyum, dikatakannya, Alhamdulillah saya merasa hari ini betul-betul luar biasa. Sebelum berdiri disini, saya tanyakan sama Warek I.
“Masih ingatkah Bapak diskusi kita lima minggu lalu. Kenapa kita menyepakati 10 Mei hari wisuda?
Lima pekan lalu, kami berdiskusi, kenapa 10 Mei, beliau menjawab sederhana, di dunia ini tidak ada yang kebetulan,” ujarnya.
Diceritakan Abbas, dua hari yang lalu, pihaknya diterima oleh Bapak Sekjen Kemenag RI, Prof Dr Phil, Kamaruddin Amin, MA bersama kawan-kawan yang lain.
Kemudian siangnya menghadap Pak Menteri Agama, Prof Dr Nasaruddin Umar.
Pertanyaan beliau yang pertama. Apa kareba Palopo? “Saya menjawab, Kami ini mau menerima mahasiswa baru,” ungkap Abbas.
Waktu itu, Pak Menteri, tertawa. Kemudian mengatakan masukkan renstra dan masukkan pembahasan ekoteologi pada renstra. Setelah itu memberikan beberapa petunjuk-petunjuk.
Selanjutnya, kata dia, ia kembali bertanya. “Daeng, kira-kira kami harus menunggu berapa lama lagi Perpres alih status, karena ini sudah hampir tiga bulan di Meja Presiden,” sebutnya.
Lagi-lagi beliau menjawab. Abbas ini membina berapa fakultas, saya pun menjawab empat fakultas. Akhirnya beliau meminta saya segera membuka dua fakultas lagi.
Akhirnya saya kembali bertanya, Daeng, Insya Allah, sebentar malam saya pulang. Besok itu ketemu dengan teman-teman, apa jawaban saya kepada teman-teman ?
Beliau berkata,” Abbas pertahankan soliditas selama ini yang terbangun seperti yang Abbas juga laporkan kepada saya,” ujar Pak Menteri saat itu.
Disebutkan Abbas, disampaikannnya kepada Menteri Prof Nasaruddin. Selama menjabat 23 bulan ini, memimpin IAIN Palopo. Pihaknya sangat bersyukur karena memiliki modal, dimana mantan pimpinan yang ada di IAIN Palopo rela mewakafkan dirinya menjadi teladan.
“Mendampingi kami sejauh ini. Membangun institusi ini. Untuk itu saya haturkan terima kasih dan rasa syukur yang luar biasa kepada para guru-guru saya yang terus mendampingi kami,” ujarnya di hadapan peserta wisuda sesi I.
Lebih jauh Abbas yang juga Ketua Umum IKA STAIN/IAIN Palopo ini bercerita, Bapak Ibu sekalian sepulang dari Jakarta. Kemarin, Jumat 9 Mei pihaknya ditelpon oleh Setneg.
“Disampaikannya, Pak Rektor berita baiknya nanti jam tiga yah, 15.00 WIB atau jam empat sore waktu Palopo,” ujarnya.
“Saya minta sama staf panggilkan saya para pimpinan. Nanti jam empat sore, kita bersama-sama terima berita baik ini. Saya bahkan menulis di catatan saya, ketika menerima berita baik ini, kita akan teriak bahagia bersama,” ungkap Abbas.
Ternyata, kata dia, sesampai jam 4 sore setelah para pimpinan datang, seperti Pak Karo, Pak Warek. Ternyata yang berjanji akan menelpon pukul 16.00 Wita ternyata lupa akan janjinya.
“Bahkan sampai sore lebih, 10 orang yang bertanya kepada saya kabar alih status ini,” terangnya.
Namun, tiba-tiba sebut Abbas, pada pukul 22.23 ia ditelpon oleh Setneg.Perkataannya,” Pak Rektor, sudah istirahat yah. Saya jawab, biasa mas,” ujarnya.
Kemudian beliau dari Setneg berkata. “Alhamdulillah Pak Rektor, sebelum Jumat tadi, Perpresnya sudah turun, sudah ditandatangani Bapak Presiden,” terang Abbas menirukan peryataan dari pihak Sekretariat Negara.
Waktu itu, itu kata dia, pihaknya hampir berteriak bahagia. “Tapi saya pikir ini sudah tengah malam,” ungkapnya.
Jadi akhirnya dalam percakapan telpon tersebut, pihaknya kembali bertanya. Gimana, gimana, perpresnya no berapa?
“Tapi beliau bilang, saya belum punya ijin untuk menyampaikannya no Perpresnya,” ungkap Abbas.
Ditambahkan Abbas, kabar bahagia ini hampir sempurna. Tapi yang namanya sempurna itu milik Allah.
Pagi-pagi ia menelpon Sekjen Kemenag RI, Prof Dr Phil Kamaruddin Amin. “Mohon ijin pagi ini, saya akan mewisuda alumni saya. Saya bertanya apa yang perlu saya sampaikan. Beliau sampaikan, sampaikan kepada civitas, selamat alih status menjadi UIN,” sebutnya.
Dari itu, Rektor Abbas memohon perkenan dari Sekjen untuk menyampaikan ke khalayak. “Beliau bilang, kan ada Pak Direktur Diktis ke situ,” ujar Abbas menirukan perkataan Sekjen.
“Saya jawab, tidak jadi datang Daeng. Pak Direktur ke Tulungagung. Beliau akhirnya berkata nanti saya perintahkan kepada Pak Direktur Diktis untuk umumkan selamat kepada IAIN atas alih status jadi UIN,” cerita Abbas.
Disampaikan Rektor kepada civitas akademika pada acara wisuda sesi I. Makanya tadi pengumuman resmi secara kelembagaaan itu disampaikan Direktur Diktis. Menariknya dari 11 PTKN yang alih status, UIN Palopo pertama kali yang diumumkan.
“Alhamdulillah dengan semua ini, jika pencapaian alih status ini dianggap sebuah prestasi. Bagi saya itu bukanlah prestasi melainkan hasil kerja seluruh pihak yang terkait,” tandasnya.
Sementara itu wisuda sarjana dan Pascasarjana IAIN Palopo Periode I Sesi I dan II berjalan begitu khidmat. Dari pagi hingga sore hari.
Wisudawan terbaik periode I sesi I institut diraih Ahmad Agum Manopo, SH, MH untuk Program Pascasarjana, Prodi Hukum Keluarga dengan IPK 3,84. Untuk kategori sarjana diraih Sri Sartika Patadungan, S.Pd dengan IPK 3,88 asal Prodi MPI.(*)