*Implementasi Program Ekoteologi Menteri Agama RI
KATARAKJAT.COM,PALOPO–Setelah melakukan transformasi digital di bidang layanan administrasi akademik, Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo kembali melakukan terobosan berkomitmen wujudkan kampus hijau berbasis ekoteologi sesuai visi rektor “Smart and Green Campus”.
Hal tersebut ditandai dengan partisipasi aktif pada Lokakarya UI GreenMetric Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Tahun 2026 yang digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 28–29 April 2026 baru-baru ini.
UIN Palopo mendapatkan pendampingan dari UI GreenMetric. Dimana, sebagai langkah awal telah mengirimkan 9 orang mengikuti lokakarya tersebut.
UI GreenMetric World University Rankings sendiri merupakan pemeringkatan universitas pertama di dunia yang berfokus pada kampus berkelanjutan. Melalui penilaian berbasis bukti atas komitmen dan aksi terhadap lingkungan hidup, UI GreenMetric merupakan jaringan global terbesar di dunia untuk kampus berkelanjutan.
Dimana saat ini 1.745 Universitas dari 105 Negara ikut berpartisipasi. Mencakup tiga sektor, yakni akademik, kota serta korporasi di seluruh dunia.
Ada tujuh standar utama penilaian UI GreenMetric, meliputi pengelolaan infrastruktur dan tata ruang kampus, energi dan perubahan iklim, pengelolaan limbah, konservasi air, transportasi ramah lingkungan, pendidikan dan riset berbasis keberlanjutan. Kemudian, mulai tahun 2026 menambahkan satu kriteria lagi, yakni transformasi digital.
Rektor UIN Palopo, Dr Abbas Langaji, M.Ag, Senin 4 Mei 2026 menyebutkan, pihaknya akan menerapkan standar UI GreenMetric secara bertahap. Sejak satu tahun terakhir, kampus ini sudah mulai mengurangi kemasan makanan dan minuman dari bahan plastik serta alat tulis kantor (ATK) sekali pakai berbahan plastik.
Kemudian, awal Mei 2026 ini diberlakukan larangan penggunaan kemasan makanan dan minuman berbahan plastik sekali pakai. Terutama air minum dalam kemasan.
Untuk mendukung kebijakan ini, di Gedung Rektorat telah disiapkan dispenser air minum isi ulang, pitcher (teko dari bahan kaca), gelas minum berbahan kaca. Selain itu, anjuran membawa tumbler bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
“Kebijakan ini akan diberlakukan selama satu bulan pertama di Gedung Rektorat, dan satu bulan berikutnya diberlakukan di semua unit kerja,” ujar Abbas yang diawal kepemimpinannya mengusung Visi dan Misi “Smart and Green Campus”.
Dikatakannya, kedepan, ditargetkan tepat pada peringatan Hari Lingkungan Hidup, 5 Juni 2026 mendatang. Semua unit kerja di lingkungan UIN Palopo sudah bebas dari penggunaan media atau kemasan makan dan minum berbahan plastik sekali pakai.
“Hal ini, seiring dengan upaya pemenuhan standar dan kriteria UI GreenMetric tersebut. Ini pula akan dibentuk Tim Green Kampus untuk memastikan pemenuhan setiap item pada ketujuh standar/kriteria UI GreenMetric,” ungkap Abbas.
Implementasi Konsep Ekoteologi Menag RI
Sementara itu, untuk menjaga lingkungan secara global dan nasional, Menteri Agama RI, Prof Dr Nasaruddin Umar, M.Ag menggagas konsep ekoteologi yang dijalankan oleh seluruh satker di lingkungan Kemenag RI sejak 2025 lalu.
“Penguatan ekoteologi adalah salah satu perhatian utama kami di Kementerian Agama. Kami ingin menggunakan bahasa agama untuk merawat planet kita ini,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta, Maret 2025 lalu.
Sejalan hal tersebut, mengimplementasikan konsep ekoteologi Menag RI, UIN Palopo mulai Februari 2025 lalu menerapkan manajemen akademik berbasis less paper. Kebijakan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung transformasi digital serta pengembangan smart campus yang lebih ramah lingkungan.
Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan ini, UIN melakukan sejumlah pembenahan infrastruktur digital. Salah satu langkah yang diambil, peningkatan kapasitas bandwidth internet dari 600 Mbps menjadi 1.024 Mbps atau 1 Gbps.
Kebijakan less paper menggantikan berbagai proses administrasi akademik yang sebelumnya mengandalkan cetakan fisik. Beberapa layanan dialihkan ke sistem digital meliputi undangan akademik, distribusi mata kuliah, absensi, serta dokumen administratif lainnya yang dinilai tidak perlu dicetak.
“Kebijakan ini selain mendukung transformasi smart campus dan green campus, juga merupakan implementasi dari konsep ekoteologi yang telah dicanangkan oleh Menteri Agama RI, Prof Dr Nasaruddin Umar, MA,” ungkap Rektor Abbas.
Diterapkannya manajemen akademik berbasis less paper dapat memberikan kontribusi positif terhadap efisiensi administrasi kampus. Itu sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan dalam ekosistem pendidikan tinggi.
Sementara itu, salah satu momentum utama dalam lokakarya UI GreenMetric beberapa waktu yang lalu, yakni penandatanganan komitmen bersama oleh para pimpinan PTKIN, termasuk UIN Palopo. Komitmen tersebut menegaskan peran kampus sebagai motor transformasi menuju pembangunan berkelanjutan, melalui penguatan Tridharma Perguruan Tinggi, tata kelola kelembagaan, serta budaya akademik yang menginternalisasi perspektif ekoteologi.
Pada lokakarya ini, Rektor UIN Palopo memimpin langsung delegasi yang terdiri atas unsur pimpinan dan tim pengelola program keberlanjutan kampus. Di antaranya Dr Muh Ruslan Abdullah SEI MA, Muh Akbar SH MH, Dr Amrul Aysar Ahsan SPdI MSi, Saepul SAg MPdI, Mattuju SAg, Hijrawati Usman SE MPd, Tenrigau SH, dan Ananda Agung Izzulhaq SH. Tim ini mencakup perwakilan dari bidang akademik, perencanaan, sarana prasarana, serta pengelola lingkungan kampus yang tergabung dalam Tim UI GreenMetric UIN Palopo.(*)













